Tuesday, 10 May 2016

HUMAN UNANSWERED

Have you ever fallin' in love?
Apakah kamu pernah berharap pada seseorang? 
Berharap tentang kedatangannya untukmu Berharap perhatiannya untukmu. Berharap rasa sayangnya untukmu. Berharap kebaikannya untukmu.
Jika IYA. Seberapa seringkah kau kecewa? Seberapa seringkah kau menangis? Hanya kau sendiri yang mengetahui itu. Hanya kau sendiri yang merasakan rasa sakit itu. Lalu, apakah masih pantas untuk tetap berharap kepadanya? Apakah masih pantas untuk tetap menunggu kedatangannya? 
TIDAK. Terlebih lagi hanya mencintai dalam diam. Mencintai dalam kehilangan. Sempat aku berfikir, Apakah dengan tangisku dia akan hadir? TIDAK. 
Menangis. Iya, ketika lelah berharap, tangis adalah cara terakhir untuk tetap tegar, tetap berharap menunggu kehadirannya. Hal yang sangat bodoh.

Suatu cara tuhan menunjukan bahwa seseorang yang tak pantas untuk kita adalah dengan cara menjauhkan orang tersebut dari kehidupan kita. Tetapi, masih dengan kebodohan, kenapa masih berharap bahwa dia akan kembali hadir dikehidupan kita?? Apakah aku harus berpaling darinya? Apakah aku harus berhenti berharap kehadirannya di hidupku? Apakah aku harus membuang perasaan ini?

SULIT.
Dengan sadar aku memikirkan bahwa betapa dia tidak peduli dengan kehidupanku. Dia tidak pernah mengharapkanku, mempedulikanku, memikirkanku, mengkhawatirkanku. Dengan sadar juga aku telah hanyut dalam derasnya arus sebuah harapan semu, impian palsu dan khayalan kosong. 
Tetapi sedikit kata-kata darinya bisa membuatku merasa aku diperhatikan. diperdulikan. Dengan sedikit emoji senyum darinya aku sudah merasakan bahwa dia menyayangiku. Sedikit kabar darinya sudah membuatku terlena bahwa aku menjadi yang terpenting dalam hidupnya. 
SEDIKIT?? Iya. Hanya sedikit sudah membuatku bahagia. Sudah membuat hatiku berdebar-debar. Dengan sedikit itu juga membuatku tetap bertahan. Berharap kehadirannya di kehidupanku Dengan SEDIKIT itu juga terkadang juga bisa melukaiku.

Dengan sebuah harapan semu yang aku punya, Aku tahu bahwa suatu saat aku akan kecewa, dikecewakan, menangis, bahkan sakit hati yang teramat dalam. Tetapi kenapa hati ini menyuruhku untuk tetap bertahan. tetap berharap. sedangkan otak menyuruhku untuk meninggalkannya. Aku juga tahu bahwa untuk sesuatu yang semu, harapan semu, tidak pernah ada secercik kebahagiaan disana.

Biarlah dia menjadi kenangan. Biarlah dia menjadi apa yang harusnya ditakdirkan. Bahkan ketika aku belum sempat pergi dia sudah menjauh. Itu pertanda bahwa aku sangat tidak berarti dihidupnya......
Jadi aku berpikir, kenapa aku masih disini dengan sejuta perasaan yang tak pernah ada habisnya, kenapa aku masih menangisi kepergiannya yang sudah jelas dia menghindariku... Ini saatnya aku melangkah. Melanjutkan langkahku melewati derasnya arus kehidupan. Ini saatnya aku berhenti berharap. Sebuah harapan yang tak akan pernah ada. Berhenti untuk  memikirkannya karena baginya aku bukan apa-apa baginya. Berhenti berharap karena aku bukan yang dia harapkan. 

Saat ini, esok, lusa bahkan tahun selanjutnya, aku tetap bukanlah apa apa baginya. Dia tetap orang yang sama, Seseorang yang tidak pernah memikirkanku, mengharapkanku, memperpedulikanku bahkan menginginkanku di dalam hidupnya.

Seberapa banyak rasa sakit yang aku rasakan saat ini. Aku tahu aku harus mengambil langkah untuk berada didepan dia dan tak akan menolehnya. 
Biarlah tahun ini adalah akhir dari rasa kecewaku. Akhir dari tetesan air mataku untuknya. Biarkan rasa sakit ini menusukku secara tajam untuk terakhir kalinya. Terakhir. Untuk yang terakhir.



No comments:

Post a Comment