Wednesday, 11 May 2016

PERTEMANAN atau PERSAHABATAN?

Apakah kamu tahu perbedaan teman dan sahabat? :)
Pasti bingung kan :)
Teman sahabat adalah segelintir orang yang bisa menjadi sandaran kita seperti keluarga disaat kita jauh, disaat kita ada masalah atau disaat kapanpun. Teman adalah seseosok orang yang erat kaitannya dengan hidup. Dalam kehidupan sosial kita semua pasti mempunyai teman entah berapa banyak dari teman itu. Teman memiliki peran sebagai seseorang untuk membantu kita dalam kesusahan. Seiring dengan berjalannya waktu teman bisa berubah menjadi sahabat. Tentu saja tingkat keakraban meningkat secara tajam. Meskipun teman dan sahabat sering disamakan, tetapi keduanya memiliki makna yang berbeda.Teman bisa kita temui dimana-mana. Dalam lingkungan sekolah atau kampus, dalam suatu organisasi, dalam media sosial atau dimanapun. Mempunyai teman yang banyak tentu sangat menyenangkan. Dimana-mana banyak yang mengenal, apalagi mempunyai banyak teman yang
tersohor.

Sahabat adalah orang yang selalu ada bukan berarti setiap saat terus bersama. Sahabat tidak segan-segan menasehati kita dengan kata-kata yang dibilang kasar/keras, memarahi kita dan memberi saran kepada kita. Jika hanya teman terkadang tidak peduli dengan masalah kita malah menghindar ketika kita menceritkan masalah kita kepadanya. Sahabat adalah orang yang kita kenal dan mengenal kita. Sahabat adalah orang yang kita percayai menjaga rahasia kita. Sahabat adalah orang yang menuruti apa yang kita mau tanpa harus diberi tahu. Sahabat adalah orang yang seperjuangan dengan kita. Sahabat adalh orang yang tidak marah jika tidak diajak di waktu kita senang. Sahabat adalah orang yang menerima diri kita apa adanya dengan sengala kekurangan dan kelebihan. Sahabat adalah orang yang suka ngoleksi foto aib kita di handphone mereka. Sahabat akan seenaknya bicara kepada kita tanpa memikirkan perasaan kita. Orang bisa diajak gila bareng. Melakukan kekonyolan bersama. Karena, jika kita mempunyai sahabat yang tidak bisa diajak konyol ataupun gila"an itu namanya bukan sahabat. Kita tidak akan pernah mengenal "kebahagiaan" jika ngutamain yang namanya malu, gengsi, jaim dalam persahabatan.
Sahabat adalah orang yang tidak marah jika kita berkata :
  • Bentar lagi aku sampe (faktanya 1 jam lagi baru sampe)
  • Tak punya dendam saat kita berkata (tak kuaplok wakmu ngko)
  • Selalu membantu saat kita berkata (tulooong)
  • Ketika terjatuh bukannya di tolong tetapi malah di foto dan di upload ke medsos biar seluruh dunia tahu.
  • Ketika tidur ngiler difoto dan diupload
Sahabat itu kadang ngeluarin kata-kata pedes tapi itu sebuah buktu kalau mereka nggak fake dan peduli.
Persahabatan tidak hanya INDAH tetapi juga memiliki ARTI.
Persahabatan adalah proses dari pendewasaan. Dengan sahabat kita belajar berbagai macam hal. Mengenal banyak hal. Mengetahui karakter orang. 

TRADISI JAWA : KUE APEM


          Kue apem. Siapa yang tidak kenal dengan kue yang satu ini. Masyarakat jawa pasti sudah mengetahuinya. Disamping rasanya yang enak dan mengenyangkan perut ternyata kue apem ini ada maknanya. Ada ceritanya. Makanan yang selalu rutin dibuat saat bulan ruwah (Satu bulan sebelum bulan puasa) seperti Apem, Ketan dan Kolak. Tetapi khusus didaerahku hanyalah Apem. Setiap daerah di Jawa berbeda-beda. 
         Apem sendiri berasal dari bahasa Arab yang artinya arwah.  Yaitu jiwa orang meninggal. Dalam adat jawa, kata ruwah dikaitkan dengan roh. Bulan ruwah dipercaya sebagai saat untuk mengunjungi arwah leluhur. Didalam bulan ruwah, masyarakat jawa juga mengadakan acara Nyadran atau mengunjungi makam leluhur untuk mendoakan, menabur bunga dan membersihkan makam. Upacara Nyadran atau Saraddha ini telah dilakukan sejak kerajaan Majapahit. Setelah agama islam masuk di tanah Jawa, upacara Nyadran tetap dilaksanakan, namun oleh Sunan Kalijaga dikemas dalam nuansa islami yang kemudian diadakan tiap bulan ruwah.
          Ritual slametan nyadran pada tiap-tiap daerah di Jawa dilakukan berbeda. Masyarakat pedesaan Jawa pada umumnya, seperti ditempat saya, slametan diadakan pada malam hari. Berdoa bersama-sama. Menu makanan yang biasa disediakan adalah nasi gurih dan berbagai sayur dan juga lauk pauk. Sebagai pelengkap tentu saja Apem. Selain itu ada ayam ingkung. Segala sesuatunya itu menyimbolkan ajaran leluhur kita. Kita sebagai penerusnya seharusnya mempertahankan ajaran leluhur dan tetap mematuhi ajaran adat Jawa. Tetapi, dijaman sekarang ini manusia dimudahkan dalam segala hal. Makanan? Junk food, tinggal beli aja. Termasuk Apem. Ada mitos menyebutkan bahwa Apem hanya boleh dibuat dirumah orang yang mempunyai slametan. Tetapi, banyak juga yang menjual kue Apem ini dipasar, jadi masyarakat bisa dengan mudah membelinya dan menaruhnya di acara slametan. 
          Slametan pada bulan ruwah ini senantiasa perwujudan syukur kepada Allah SWT karena masih berada didalam lidungannya, menjalankan perintahnya dan mejauhi larangannya serta mengajarkan bahwa mnusia mempunyai kemampuan terbatas di dunia ini.

BAHASA JAWA

Didalam bahasa jawa, bahasanya dibagi menjadi 3 yaitu :
1. Basa ngoko
  •     Ngoko lugu
  •     Ngoko Andhap
2. Basa Madya
  •  Madya ngoko
  •  Madyantara
  •  Madya Krama
3. Basa Krama
  • Krama lugu (Kramantara)
  • Mudha krama
  • Wredha krama
  • Krama inggil
  • Krama desa
  • Basa kedathon
Yang sering kita ketahui dan yang sering dipraktikan atau percakapan sehari-hari  adalah Basa ngoko dan Basa krama. 
Basa ngoko sering digunakan untuk orang yang berumuran sebaya. Contohnya sesama teman. Teman dekat atau orang yang lebih tua terhadap orang yang lebih muda.
Tuladha/Contoh :
  1. Kowe aja ndelok TV mbendino 
  2. Sliramu aja ndelok TV mbendino
Basa krama adalah bahasa halus atau lebih sopan. Bahasa ini digunakan untuk orang yang muda kepada orang yang lebih tua, murid kepada guru, anak kepada orang tua dll.
Tuladha/Contoh :
  1. Roni tumut ibu datheng sabin
  2. Punapa eyang sampun dhahar?
Kalau Basa krama inggil yaitu bahasa yang lebih halus/lebih sopan.  Basa krama inggil juga disebut sebagai Basa krama alus.
Tuladha/Contoh
  1. Ibu tindak dhateng Jakarta dinten Selasa.
  2. Eyang putri nembe siram
  3. Buku kula dipun asta Bu Guru
  4. Bu Rohmi nembe mucal kelas kaleh

Tuesday, 10 May 2016

THE SECRET OF ME PART 4

PART 4
        Septa Raditya Pratama. I am still loving you. I never know how my feeling is. I miss you so much and you don’t even care about my feeling. You make me so down. I tie my soul in you. I tie our memories in my arms. I guess you forgot about our happiness, our old stories. I’ll starting forget you Septa. Don’t look back at me and I’ll never do the same. I already forget you now.
        Hari ini aku mendapat tiket dari kakak ku yang ada di jepang. Aku berencana untuk ikut tinggal di jepang bersama kakak ku. Aku sudah putuskan. Aku nggak bisa terus terusan bertahan. Hatiku sudah terlalu sakit.
        Aku cerita ke grup Asus Fam’s bahwa aku ingin pergi ke Jepang. Mereka langsung datang ke rumahku dan menangis sejadi jadinya. Terlebih lagi April.
        Aku nggak bisa seperti ini terus. Aku ingin banget bisa move on. Apalagi aku suka banget dengan Negara jepang. Dan aku punya chance to live there. So, I took that chance. Sorry for everythings.
        “Gue bakal kehilangan lo. Gue bakal kangen sama lo. Lo gak bisa apa gak pergi kesana. Kemana kek, yang penting gue masih bisa ngunjungni lo. Kalo lo kesana gue gak bakal bisa nyusul lo disana.” April mengatakn itu sambil terisak. Sebenarnya aku masih ingin disini. Tapi aku juga ingin berusaha move on dari Septa.
“Lo ke jepang bukan karena lo suka kan. Alasan utama lo adalah Septa kan. Lo pengen lupain Septa kan. Ngaku lo sama gue Lyn.” lanjut April. ,Mendengar kata-kata April, Mei dan Kansa bengong. Mereka terlihat bingung dengan apa yang terjadi.
”Septa? Septa temen kita itu kan?” Sahut Mei
”Lo suka sama Septa Lyn?” Sahut Kansa
Aku terdiam. Aku menunduk sambil mainin jempol kakiku yang masih pakai kaos kaki. Aku nggak ngerti harus ngomong apa ke mereka. Aku ingin cerita tapi aku malu. Aku malu. Tetap saja malu. Kenapa, kenapa, dan kenapa. Akhirnya, April ceritain semuanya ke Mei dan Kansa. Aku tahu April nggak tega melihat aku nangis. Tentu juga aku nggak bisa cerita ketika aku nangis.
”Jadi lo selama empat tahun ini suka sama Septa Lyn? Astaga Lyn, gue gak nyangka banget lo suka sama Septa. Emang sih, gue inget lo sama dia itu deket banget. Apalagi dia panggil lo sayang. Septa kalau sama lo bener-bener gak bisa diam, selalu usilin lo. Dan gue tau itu bikin lo ngarep.” Jelas Kansa
”Lo baik-baik aja kan Lyn? Sumpah gue gak nyangka lo suka sama Septa. Lo, ungkapin aja perasaan lo ke dia Lyn. Empat tahun itu bukan waktu yang sebentar Lyn.” Mei menimpali perkataan Kansa
”Iya, gue tau. empat tahun itu bukan waktu yang sebentar. Banyak hal gue lalui selama empat tahun itu. Senang dan sedih gue pendem sendiri. Gue strong kan haha. Gue sedih harus ninggalin kalian. Tapi emang tujuan gue kesana adalah untuk lupain Septa. Please!! Jangan bilang siapa-siapa kalau gue ke Jepang ya.” kataku.
Aku melihat April, Kansa dan Mei masih terisak. Aku berangkat ke Jepang hari ini. Aku sudah mengemasi barang-barang dan siap berangkat. Berat sebenarnya meninggalkan keluarga yang begitu sayang padaku. Teman yang selalu peduli terhadapku. Mungkin aku terlalu egois tapi impianku adalah aku bisa pergi ke Jepang, bekerja disana dan hidup disana. Ditambah lagi permasalahan hatiku dengan Septa. Aku ingin melupakannya. Aku ingin mengacuhkannya. Aku ingin berhenti memikirkannya. Aku ingin berhenti mengkhawatirkannya, Aku ingin berhenti menyukainya. Aku ingin berhenti mengaguminya. Aku ingin berhenti menyayanginya. Aku ingin berhenti dalam segala hal yang bersangkutan dengannya. Aku sudah lelah selama ini. Selama empat tahun ini aku sebagai secret admirer dia. Aku lelah akan semua hal yang menguras otak dan hatiku. Aku ingin berhenti. I’ll stop doing eveything which is made me so dumb.
Aku sangat menyayangi Septa tapi aku tidak bisa menunjukan itu kepadanya, aku sellau menahan rasa itu. Hal itu membuat dadaku sesak. Aku merasa sesak nafas ketika menahan rasa itu. Aku sangat menyaynginya. Aku juga ingin memperhatikannya tapi aku tidak bisa melakukan itu.
Aku masih terisak menatap keluargaku dan teman-temanku. Aku masuk mobil dan siap berangkat ke bandara. Berat rasanya meninggalkan mereka. Belum tentu aku disana menjumpai teman seperti mereka. Aku juga nggak bakal se konyol ini disana. Akung gak bakal bisa bahagia ketika aku jauh dari mereka. Tapi maaf, aku harus melakukan ini. Maaf aku terlalu egois.

L L L L

Finally, aku menginjakkan kakiku di Negara yang mempunyai sebutan negeri sakura itu. Aku tinggal di Shibuya. Kakakku mengantarkanku ke apartemennya. Semenjak dia menikah dia mengosongkan apartemennya dan hidup dengan suaminya. By the way, suami kakakku itu Japanese loh, dan mereka punya anak yang super duper cantik, imut lagi.
“Berani kan tinggal sendiri?” tanya kakaku.
”Hai!! Haii!! Onee san!!” jawabku sambil nyengir. Sembari praktik bahasa jepangku. Sudah lama nggak ngomong bahasa jepang, lupa banyak hal tentang kosakata.
Kakakku meninggalkanku sendiri di apartement dan disana sudah disiapin baju, makanan, snack d el el el. Aaaaahhh begitu nyaman bukan. Bahagia. Aku langsung merebahkan badanku di kasur yang empuk. Sejenak aku teringat Septa. Tapi aku menepis perasaan itu.
Bbbbbrrrr bbbrrrrrrrr bbbrrrrr hp ku bunyi. Nyokap telfon.
”Sudah sampai kan Lyn?”
”Iya. Sampai dengan selamat disini hehe.”
”Hati hati ya disana. Jangan lupa selalu kasih kabar”
”Iya, ibu. Pasti“
”Lyn, temen mu tadi nangis loh kamu tinggal pergi. Kamu gak kasihan ya sama mereka? Padahal kalian kan deket banget. Malah kamu pergi jauh banget. Sebenarnya ibu juga gak tega kamu pergi. Tapi mau gimana lagi, kamu kalau udah nekat ya berangkat”
”Sebenarny Aerilyn juga gak tega bu, ninggalin ibu, ayah sama adek. Sama temen-temen aerilyn juga. Tapi aku pengen banget kesini. Tenang aja bu. Disini ada kakak Lisa kan. Aku pasti baik baik aja kok bu disini.”  Jelasku kepada Ibu.
”Ya sudah cepet istarahat kamu.”
“iya bu,”
Ibu mematikan telepon. Jadi teringat Asus fam’s. Sesedih itukah mereka aku tinggal pergi? Aku tidak tahu. Kita dekat waktu ada event kampus dan seterusnya sampai sekarang. Semboyannya sih sodaraan selamanya. Konyol kan ya. Aku pengen tahu apa itu teman yang sesungguhnya. Tapi aku rasa aku nggak bisa mendeskripsikan itu dengan kata-kata. Teman adalah orang sayang sama kamu apa adanya kamu. Menasehatimu ketika kamu salah. Peduli dengan mu. Jahat didepanmu tapi dibelakang layaknya malaikat pelindungmu.
Rasanya aku ingin memejamkan mata sejenak. Aku lelah dan semoga besok menyenangkan.

L L L L

Sulit bagiku menyesuaikan waktu disini. Hoooaaamm, masih ngantuk dan kakak ku datang untuk mengajaku jalan jalan. Semoga hari ini menyenangkan. Semoga suasana hatiku tidak terganggu oleh Septa, Septa dan Septa lagi.
Aku merasa sangat senang hari ini. Aku dan kakaku jalan jalan. Kita jalan jalan bertiga. Iya, dengan anak kakakku yang namanya Yuri. Yuri benar0benar cantik. Imut. Lucu. Pinter. Jadi pengen cepet cepet nikah dan punya anak hehe. Sepertinya tepat sekali kakakku tinggal di Shibuya. Aku bisa belajar fashion disini. I love this place very much. Dalam sejenak aku melupakan tentang perasaanku pada Septa.
Udara disini begitu sejuk. Aku menyukai Jepang karena makanannya. Suasana kotanya. Bunga, iya, bunga sakura. Begitu cantik. Teknologi. Alat transportasi juga. Semua orang disini menggunakan alat trasnportasi umum. Ada juga yang naik sepeda.
Aku juga suka bersepda. Disamping bisa membuat badan kurus dengan bersepada sama saja kit asana saja dengan berolahraga. Tujuan utama adalah kurus.
“Hai, dari Indonesia?” Seorang cowok menyapaku. Sungguh, aku ingin kabur. Aku takut, aku nggak kenal dengan dia. Aku terlalu bodoh memang. Tapi setelah aku perhatikan ini cowok cool juga ya layaknya Heechul member dari Super Junior.
”Iya.“ Jawabku singkat?
”Kamu kesini holiday atau emang tinggal disini?“ tanya dia
”Gue tinggal disini. Baru kemarin gue sampe sini“
”Gue boleh minta nomer HP lo gak?” What? My phone number? Oohh!!! Tentu boleh lah. Hahaha buat punya teman ngobrol disini. Aku juga perlu belajar bahasa Jepangku. Aku rasa aku benar-benar sudah lupa banyak tentang kosakata bahasa Jepang. Parah!! Nggak bisa bahasa Jepang tapi tinggal di Jepang. Tapi, Bahasa Inggrisku lancar kok. Meskipun sedikit diambang kehancuran. Paraah!!!!
Aku disini juga belajar bahasa Jepang dulu. Aku masih intermediate. Aku hanya mengerti sedikit. Aku juga belajar tentang budaya disini. Keseharian orang-orang disini. Aku benar-benar harus belajar dengan keras. Aku ingin menyibukkan diri agar tidak mengingat Septa.
”Boleh.” Jawabku singkat. Aku langsung menuliskan nomer telfonku di kertas lalu aku berikan kepadanya. Aku tidak peduli apakah dia nanti akan mengirimiku pesan atau menelfonku. Aku juga tidak yakin dia akan melakukan itu, mana mungkin ada cowok cool, keren minta nomer telfon cewek asing. Apalagi cewek itu jelek. Dan itu aku. Kalau ceweknya cakep wajar sih. Nah ini, aku, aku jelek. Septa saja tidak pernah melirikku. Nasib emang!!
”Nama gue Dean. Lo siapa?” tanyanya sambil mengulurkan tangan. Aku menatap wajahnya. Apa mungkin dia sedang kerasukan setan. Ah mana mungkin disini ada setan.
”Aerylin.” Jawabku. Aku menjabat tangannya sedikit gemetar. Tidak lupa aku melontarkan senyum kepadanya. Hanya sedikit senyuman. Aku takut. Jangan-jangan dia nanti akan menculikku. Tapi, mana mungkin ada cowok cakep jadi penculik. Apalagi yang diculik aku?? Mungkin saja.
        Entah kenapa aku selalu berpikiran negatif. Lagipula kakakku perginya lama sekali. Entah kemana perginya. Aku disini benar-benar takut. Aku tidak mengenali cowok yang saat ini berada disampingku.
        ”Lyn, lama ya.” Akhirnya kak Lisa datang. Aku sudah tidak gugup lagi. Aku merasa baikan saat ini. Cowok tadi masih berada di sampingku. Aku tidak menghiraukannya. Dia sedang memainkan handphonenya. Mungkin dia sedang save nomerku. Hahaha
        ”Kak, balik yuk. Lagi gak mood nih.“ Kataku ke kak Lisa yang sontak saja membuat Dean, cowok asing tadi memandangiku. Aku mengabaikannya. Aku sedikit takut dengannya. Dia orang asing.
        ”Dean, kamu udah dateng? Udah lama?” tanya kak Lisa. Kak Lisa tidak menjawabku. Dia malah menanyai cowok yang saat ini berada disampingku. Kak Lisa mengenalinya? Siapa dia?
        ”Udah. Baru aja. Aerylin jutek ya anaknya.” Kata Dean. Dean menatapku smabil tersenyum. Jutek? Aku? Iyalah aku jutek. Ada orang asing datang tiba-tiba dan minta nomer handphoneku. Bodohnya lagi aku juga memberinya nomerku yang sebenarnya. Khilaf. Iya, karena dia cool banget. Keren. Aku melihat dia itu seperti tokoh anime Sata Kyoya. Anime yang pernah aku tonton. Ah, aku rasa aku kebanyakan Net-surfing. Otakku sudah tidak bis alagi membedakan mana dunia nyata, dunia maya, dunia khayal, imajinasi dan apalah itu.
        ”Kak Lisa kenal?” Tanyaku dengan nada tinggi. Aku begitu shock. Kenapa kak Lisa tidak memberitahuku dulu soal Dean.
        ”Iya, Dean itu anak dari temen kakak. Aku bilang ke dia kalau kamu mau datang kesini. Lalu dia nawarin diri buat ikut hari ini. Pengen kenal sama kamu katanya.” Jelas kak Lisa yang membuatku bengong.
        ”Oh.” Jawbaku. Aku tidak bisa berkata apa-apa. Aku heran. Shock. Aku merasa bodoh. Cewek terbodoh.
        ”Kamu jalan-jalan sama Dean aja.” Saran kak Lisa membuatku bengong. Aku tidak tahu apa yang harus aku katakan nanti padanya.
        ”Kenapa? Kak lisa sibuk?” tanyaku dengan suara lirih. Aku masih shock dnegan kata-kata kak Lisa tadi. Kenapa aku jutek sama Dean ya tadi. Please!! Pikiran negative. Pergilah bermain main dari otakku.
        ”Kan ada Dean.” Jawab kak Lisa sambil tersenyum. Aku merasakan adanya perjodohan disini. Aku pernah cerita ke kak Lisa soal Septa. Aku juga cerita kalau aku pengen ikut kak Lisa karena aku pengen lupain Septa. Kak Lisa juga langsung kirim tiket dan ngurus semuanya setelah aku bilang begitu. Semoga saja aku benar-benar bisa lupain Septa.
        Aku hanya menganggukkan kepala tanda menyetujui ide kak Lisa. Aku sedikit canggung dengan Dean. Aku merasa malu. Aku malu setelah kejadian tadi. Aku melihat Dean yang tanpa aku sadari dia juga menatapku. Dean tersenyum manis ke arahku.
        Kak Lisa pergi meninggalkan kami. Sebelum pergi kak Lisa sempat ngobrol dengan Dean. Entah apa yang mereka obrolkan. Tapi, aku merasa, mereka berdua membicarakanku. Sekarang hanya aku dan Dean. Aku tidak berani menatapnya. Aku masih malu akan sikap jutek yang aku tunjukkan ke Dean. Aku nggak jutek. Aku hanya waspada akan orang baru aja. Orang yang tidak aku kenal.
        ”Masih mau diam disin?.” Dean memulai percakapan diantara kita. Dia tersenyum manis ke arahku.  Aku tidak bisa membalas senyumannya. Senyumanku pahit. Aku tidak punya senyuman manis. Aku takut kalau aku tersenyum ke arahnya Dean akan cepat-cept pergi.
        ”Enggak. Guide me please!!” Kataku sambil tersenyum simpul. Aku tidak tahu caranya tersenyum manis. Aku hanya bisa cemberut.
        Akhirnya Dean mengajakku pergi. Aku sangat senang sekali ternyata, Dean tipe cowok yang kocak. Apa adanya. Nggak tahu malu. Aku merasa saat ini aku sedang bersama April. Aku merindukan Asus fam’s.
        Dean mengajakku pergi melihat patung Hachiko yang terkenal itu. Aku tidak bisa menahan air mataku. Dean melihatku kebingungan kenapa aku bisa menangis. Aku terharu akan kesetiaan Hachiko. Aku benar-benar menangis mendengar kisahnya. Aku juga tidak sempat berfoto dengan patung hachiko. Aku hanya menangis saja disamping patungnya. Aku juga memeluknya. Banyak orang yang melihatku. Mereka pasti berpikiran bahwa aku ini orange yang aneh. Tapi aku tidak peduli. Aku benar-benar terharu. Aku juga mempunyai hewan peliharaan di rumah. Aku memelihara kucing. Aku jadi merindukannya saat ini.
        Setelah mengunjungi patung Hachiko. Dean mengajakku makan. Makanan street food. Aku yakin Dean pasti tahu kalau aku doyan makan. Aku lahap banget makannya. Dean juga pasti sudah tahu tentang aku dari kak Lisa.
        Hari ini Dean benar-benar mengajakku berkeliling. Dean juga mengajariku bahasa Jepang. Dean juga memberiku buku tentang Bahasa. Tapi, dean memberiku buku bahasa Jerman. Please!! Aku tinggal di Jepang saat ini dan Dean memberiku buku bahasa Jerman.
        ”Lyn, berani kan tidur di apartement sendiri?” Tanya Dean. Dean mengantarku sampai depan pintu apartementku. Aku hanya menganggukkan kepala. Aku senang ada orang sebaik ini. Aku bisa bertingkah konyol layaknya aku sedang bersama April. Aku merasa nyaman dnegan Dean meski kita baru saja ketemu.
        Dean meninggalkanku setelah aku masuk apartementku. Aku langsung merebahkan diriku di sofa. Aku benar-benar lelah. Tanpa aku sadari aku sama sekali tidak mengingat Septa.
       Aku ingin benar-benar melupakan Septa. Aku lelah menunggunya terlalu lama. Salahku sendiri. Kenapa aku menunggu orang yang tidak pasti kedatangannya.

L L L L
        Semalam aku bermimpi tentang Septa. Aku tidak mengingatnya. Aku lupa. Aku hanya ingat kalau Septa mencium keningku di mimpi itu. Entah apa yang terjadi sebelum itu. Aku tidak mengingatnya sama sekali. Hanya samar-samar.
        Pagi ini aku belum punya rencana mau kemana. Aku masih belajar bahasa Jepang. Kak Lisa tidak membantuku. Aku belajar sendiri dengan seabrek tumpukan buku yang benar-benar membuat kepalaku pusing. Aku benar-benar pusing meski hanya melihatnya. Belum lagi mempelajarainya. Aku emang pemalas haha. Tapi tidak. Aku sudah disini. Aku harus belajar dengan keras.
        ”Dek, aku nyuruh Dean buat bantu kamu belajar. Sebenarnya kamu udah bisa tapi biar lebih lancar aja.” Aku mendapatkan pesan dari kak Lisa. Belajar dengan Dean?
        Astaga kak Lisa. Kenapa harus Dean?? Ada perjodohan disini. Tak apalah, yang penting aku bisa melupakan Septa. Aku ingin Septa benar-benar menghilang dari pikiranku.
        Seharian aku menghabiskan buku di kamar. Belajar maksudnya. Aku sudah paham. Sebenarnya aku bisa. Aku masih ingat semuanya tapi jarang aku praktekin. Hanya dengan membaca seharian saja aku rasa aku sudah fasih. Haha
        Malam ini, Dean mengajakku pergi. Aku tidak tahu kemana dia akan membawaku. Tapi, aku tidak berperasangka buruk padanya kali ini. Dia bukan penculik.
        Aku menunggu Dean di taman dekat apartement. Hanya itu yang aku tahu. Aku buta arah. Aku tidak tahu mana-mana. Aku teringat April. Aku harus keluar dengan dia dan ketika aku ada perlu dan nggak tahu jalan, aku pasti mengajaknya. Pernah mencoba pergi sendiri hanya dengan bantuan GPS, yang ada aku kesasar. Bodoh memang aku ini.
        ”Udah lama Lyn?” Aku melihat Dean sudah datang dan dia langsung duduk di sebelahku. Aku masih melihatnya. Dia tidak seperti orang Indonesia asli. Dean super duper cool, keren, cakep, manis, hidungnya mancung. Nggak seperti hidungku yang layangnya bunga lekas mekar.
        ”Belum. Baru aja.” Kataku sambil tersenyum manis ke arahnya. Dean benar-benar terlihat sangat manis. Aku sampai tidak bisa memalingkan wajahku untuk tidak menatapnya.
        ”Ayo jalan.“ Kata Dean yang membuatku kaget. Sepertinya dia tidak merasa kalau aku memandanginya.
       ”Bentar deh. Kamu nggak introduction ke aku gitu?” Tanyaku yang masih tetap duduk di kursi. Dean sudah berdiri dan siap pergi. Lalu dia menghentikan langkahnya.
        Aku belum mengenalnya. Aku juga belum tahu asal usul dia darimana. Kak Lisa juga tidak cerita kepadaku. Jangan-jangan Dean adalah alien yang sedang menyamar. Lalu, dia meculik para gadis-gadis yang patah hati. Aaahhh!!! Negative thinking lagi.
        ”Kamu takut kalau aku nyulik kamu.” Dean mengatakannya sambil tersenyum ke arahku. Senyumannya benar-benar manis sekali.
        ”Enggak. Cuma pengen tahu aja.” Jawabku singkat.
        ”Kenalin namaku Dean. Natanel Dean Johansen Kennedy. Blesteran Inggris-Indonesia. Bokap dari inggris tapi kerja di jepang. Nyokap dari Indonesia. Dari kecil udah tinggal disini.” Jelasnya dengan singkat. Dia juga terlihat keberatan membeberkan dirinya. Maklum saja, dia setengah orang barat. Salahku juga sih. Tapi, aku kan cuma pengen tahu. Nggak salah kan.
        Aku hanya tertawa melihat Dean. Dean begitu manis. Dia terlihat lucu sekali. Aku ingin mengabadikan momen ini. Tapi aku lupa merekamnya. Lagipula, Dean juga pasti marah jika aku melakukan itu.
        ”What’s funny?” tanyanya. Aku masih tersenyum sendiri. Dean begitu lucu. Dean tidak terlihat marah padaku.
        ”Nothing.” Jawabku singkat.
        Kami berdua pergi meninggalkan taman. Entah kemana Dean akan membawaku. Aku juga tak tahu. Tapi kemanapun Dean mengajakku pergi aku akan mengikutinya. Karena apa? Karena aku nggak tahu jalan disini. Aku butah arah. Semoga saja Dean tidak menculikku. Sekalipun Dean menculikku, menyekapku, aku tak keberatan. Kenapa? Karena ada orang cool yang menculikku.
       Di sepanjang perjalanan Dean mengajakku ngobrol. Kita ngobrolin banyak hal. Dari film, aktor, lagu bahkan mantan kekasih. Aku sama sekali tidak menceritakan tentang Septa. Tujuanku kesini adalah melupakan Septa. Aku harus mengubur semuanya tentang Septa.
        Aku sangat menyukai suasana disini. Semoga saja aku bisa melupakan Septa. Aku ingin sekali melenyapkan septa dari muka bumi ini.
        Dean mengajakku mampir ke sebuah cafe didekat sungai Meguru. Pemandangannya sangat indah. Aku tidak ingin pulang saat ini. Aku benar-benar ingin disini.
        Aku pulang tak terlalu malam. Dean mengantarku sampai depan pintu apartement. Dean benar-benar baik kepadaku. Dia juga perhatian. Kenapa ada makhluk yang super manis, cute, baik layaknya malaikat berada di dekatku? Aku. Dan aku masih menunggu Septa yang kedatangannya untukku tidak jelas. Aku merasa bodoh. Terkadang aku sadar bahwa aku ini bodoh. Aku menunggu seseorang empat tahun lamanya. Orang yang aku tunggu juga tidak mengetahui bahwa aku menyukainya, menyayanginya dan aku menunggunya selama empat tahun. Ketika ada cowok deketin aku, pengen banget rasanya aku terima. Tapi, aku benar-benar tidak bisa melakukan itu. Hatiku benar-benar untuk Septa. Aku merasa bodoh dan sangat bodoh.

        Aku masih melamunkan Septa. Malam ini aku mengingatnya lagi. Aku benar-benar menginginkannya ada didekatku. Aku sangat menginginkan Septa di hidupku. 

Mending of Broken Heart


            Do you know love? The meaning of love is that you accept a person with all their failures, stupidities, ugly points and perfection in imperfection itself. According to Robert A. Heinlein “Love is that condition in which the happiness of another person is essential to your own.”  Beside that a lover can get broken heart. A broken heart is an unfortunate part of life. When you were broken heart you will feel like being underwater when you need breathe. We build our lives with someone we trust and care for, and then in the blink eyes, it is all gone because they broke our heart. There are three tips to mend a broken heart.
            The first, make time for yourself. You have probably been in relationship for a while, or you have been thinking about that person for a month. Now, is the time for you to moving on and relax. Remove all the memories of that person. It does not mean you hate that person or forget that person forever. It means you are not trying to pretend like the person never existed, just temporarily forget how much they meant to you and how they broke your heart.
            The second is understand and forgiving. Figure out what went wrong in a relationship. Every relationship has strengths and weakness. Figure out what went wrong in your relationship or what was not so great about that person. On this way you can grow in the future or look for better traits in your next partner. Forgiveness is an important part of healing a broken heart. Forgiveness does not happen overnight. It can take a long time to be able to forgive someone, so be sure you are ready to forgive that person.  In order to you need to forgive that person or you will constantly be thinking about them or wondering why they hurt you. You do not have to tell everyone that you have forgiven that person. You can forgive that person silently in your heart.
            The third, turning your life around. You can go on trip to heal your broken heart. It does not need to be far but it should be far enough to give you a little bit of perspective. You also have to open your heart for other person. Do not be afraid to love again. Lila, my friend, tell me that love can make us grow up.  Love would not mean as much if it does not hurt when it is ripped away. Once you feel ready to have relationship, try to start dating with other person. Do not look for perfection person. If you are looking for perfect person, you won’t have much luck in relationship. Give your heart to the right person and they will reward you infinitely.
            In summarize, there are three tips to mend broken heart. They are, making time for yourself, understanding and forgiving and turning your life around. I give suggestion to you do not cry when you broken heart because it can make you weak. Try to smile when you broke heart.

HUMAN UNANSWERED

Have you ever fallin' in love?
Apakah kamu pernah berharap pada seseorang? 
Berharap tentang kedatangannya untukmu Berharap perhatiannya untukmu. Berharap rasa sayangnya untukmu. Berharap kebaikannya untukmu.
Jika IYA. Seberapa seringkah kau kecewa? Seberapa seringkah kau menangis? Hanya kau sendiri yang mengetahui itu. Hanya kau sendiri yang merasakan rasa sakit itu. Lalu, apakah masih pantas untuk tetap berharap kepadanya? Apakah masih pantas untuk tetap menunggu kedatangannya? 
TIDAK. Terlebih lagi hanya mencintai dalam diam. Mencintai dalam kehilangan. Sempat aku berfikir, Apakah dengan tangisku dia akan hadir? TIDAK. 
Menangis. Iya, ketika lelah berharap, tangis adalah cara terakhir untuk tetap tegar, tetap berharap menunggu kehadirannya. Hal yang sangat bodoh.

Suatu cara tuhan menunjukan bahwa seseorang yang tak pantas untuk kita adalah dengan cara menjauhkan orang tersebut dari kehidupan kita. Tetapi, masih dengan kebodohan, kenapa masih berharap bahwa dia akan kembali hadir dikehidupan kita?? Apakah aku harus berpaling darinya? Apakah aku harus berhenti berharap kehadirannya di hidupku? Apakah aku harus membuang perasaan ini?

SULIT.
Dengan sadar aku memikirkan bahwa betapa dia tidak peduli dengan kehidupanku. Dia tidak pernah mengharapkanku, mempedulikanku, memikirkanku, mengkhawatirkanku. Dengan sadar juga aku telah hanyut dalam derasnya arus sebuah harapan semu, impian palsu dan khayalan kosong. 
Tetapi sedikit kata-kata darinya bisa membuatku merasa aku diperhatikan. diperdulikan. Dengan sedikit emoji senyum darinya aku sudah merasakan bahwa dia menyayangiku. Sedikit kabar darinya sudah membuatku terlena bahwa aku menjadi yang terpenting dalam hidupnya. 
SEDIKIT?? Iya. Hanya sedikit sudah membuatku bahagia. Sudah membuat hatiku berdebar-debar. Dengan sedikit itu juga membuatku tetap bertahan. Berharap kehadirannya di kehidupanku Dengan SEDIKIT itu juga terkadang juga bisa melukaiku.

Dengan sebuah harapan semu yang aku punya, Aku tahu bahwa suatu saat aku akan kecewa, dikecewakan, menangis, bahkan sakit hati yang teramat dalam. Tetapi kenapa hati ini menyuruhku untuk tetap bertahan. tetap berharap. sedangkan otak menyuruhku untuk meninggalkannya. Aku juga tahu bahwa untuk sesuatu yang semu, harapan semu, tidak pernah ada secercik kebahagiaan disana.

Biarlah dia menjadi kenangan. Biarlah dia menjadi apa yang harusnya ditakdirkan. Bahkan ketika aku belum sempat pergi dia sudah menjauh. Itu pertanda bahwa aku sangat tidak berarti dihidupnya......
Jadi aku berpikir, kenapa aku masih disini dengan sejuta perasaan yang tak pernah ada habisnya, kenapa aku masih menangisi kepergiannya yang sudah jelas dia menghindariku... Ini saatnya aku melangkah. Melanjutkan langkahku melewati derasnya arus kehidupan. Ini saatnya aku berhenti berharap. Sebuah harapan yang tak akan pernah ada. Berhenti untuk  memikirkannya karena baginya aku bukan apa-apa baginya. Berhenti berharap karena aku bukan yang dia harapkan. 

Saat ini, esok, lusa bahkan tahun selanjutnya, aku tetap bukanlah apa apa baginya. Dia tetap orang yang sama, Seseorang yang tidak pernah memikirkanku, mengharapkanku, memperpedulikanku bahkan menginginkanku di dalam hidupnya.

Seberapa banyak rasa sakit yang aku rasakan saat ini. Aku tahu aku harus mengambil langkah untuk berada didepan dia dan tak akan menolehnya. 
Biarlah tahun ini adalah akhir dari rasa kecewaku. Akhir dari tetesan air mataku untuknya. Biarkan rasa sakit ini menusukku secara tajam untuk terakhir kalinya. Terakhir. Untuk yang terakhir.